Wednesday, December 31, 2014

Tahun Baru : Masih Tentang Resolusi :D

Haloo, kebetulan yah buka blog ini dipenghujung tahun 2014. Berarti bisa banget nih kita nulis resolusi buat tahun 2015. Ahahaa, rasanya resolusi yang saya tulis seringnya cuma teori aja *sedih*. Beginilah nasib pemimpi, cuma bisa mimpi yang tinggi tapi gak nyiapin apa-apa buat realisasinya, gak napak bumi wkwk. Makanya saya tuh butuh banget pemimpin *baca : suami* yang bisa membumikan mimpi-mimpi saya ini, biar gak cuma jadi pemimpi aja hhaha *curhat, ahaha, lupakan*.

But, walaupun banyak resolusi yang gga tercapai, saya masih tetap merasa perlu punya resolusi ke depan. Kenapa? Karena saya ngerasa tanpa resolusi, hidup tuh flat banget, gak ada hal luar biasa yang terjadi, gak menarik, gak ada goal yang ingin dicapai. Iya gak sih? Saya sih ngerasa begitu di tahun 2014 ini.

So, dengan semangat yang tinggi menghadapi awal tahun 2015 yang tinggal menghitung detik *semangat diawal doang*, ada tiga hal besar yang jadi resolusi saya di tahun depan, apa aja itu?

1. *piiiipp*
2. *piiiiiiiiipp*
3. *piiiiiiiiiiiiiiiipp*

Sekian. Semoga ketiga resolusi besar itu bisa terlaksana tepat pada waktunya. Semoga Allah memudahkan aamiin.

Thursday, March 27, 2014

Menahan Diri dari Menulis yang Tidak Perlu

Kemarin, saya membaca sebuah quotes BJ Habibie yang dipost teman di Path, bunyinya kurang lebih begini, "Jika tidak ada bahu untuk bersandar, selalu ada lantai untuk bersujud".

Kalau dari pengalaman pribadi dan sepenglihatan saya, jika memang tidak ada bahu buat bersandar, dalam artian tidak ada seseorang yang bisa jadi "tempat sampah" kita saat kita punya masalah, biasanya, kita lebih sering melampiaskannya dengan menulis status di media sosial online yang berisi curhatan pribadi kita, namun bukan mencari lantai untuk bersujud seperti quotes yang saya sebutkan diatas.

Kita seperti ingin memberitahu semua orang apa yang sedang kita rasakan, dalam rangka ingin mendapat perhatian, bukan begitu? Ya, wajar memang melakukan hal seperti itu, karena fitrahnya manusia sebagai mahluk sosial, tidak bisa hidup sendiri, dan selalu ingin membagi apapun dengan orang lain, termasuk mencurahkan masalah kita.

Tapi mungkin kita lupa, di balik semua masalah yang kita hadapi, selalu ada Allah yang setia mendengarkan keluh kesah kita, doa-doa kita. Ya, selalu ada lantai untuk kita bersujud memohon bantuan Allah.

posted from Bloggeroid

Hanya perlu ingat, orang baik hanya untuk yang baik pula. Jadi jangan berharap bersanding dengan yang baik jika membenahi diri sendiri saja belum mampu.

posted from Bloggeroid

Monday, March 10, 2014

Sadar masih sering terbawa arus eksternal, maka saya putuskan untuk mencari lingkungan yang baik.
Sadar masih mudah terpengaruh teman, maka saya putuskan berteman dengan yang baik.
Jadilah pribadi yang kuat, jika belum bisa, berlindunglah dilingkaran yang benar.

A Little Happiness

Wahh gga kerasa udah jam 12:15 aja, berhubung udah lama gga nulis diblog dan mumpung lagi buka laptop, jadi sekalian diborong deh postingannya hhehee.

Sekarang saya mau cerita sesuatu hal. Beberapa hari yang lalu saya lagi scanning tulisan-tulisan yang tidak layak publish buat ditaro di draft. Nah dari hasil scanning tersebut, gga sengaja buka tulisan yang ada komennya dari orang lain. Isi komennya begini.


Buat ukuran blog saya yang sepi pengunjung dan sepi komen, baca komen tersebut rasanya bikin senyum-senyum sendiri hhehe. Saya gga nyangka tulisan yang dibuat iseng dikala senggang ternyata dinilai seperti itu *ceritanya malu*. Rasanya senang jika sesuatu yang kita lakukan bermanfaat buat orang lain. So, keep writingggg ^^,9

Sunday, March 9, 2014

Hanya Sebatas Sudut Pandang

Bumi itu bentuknya bulat, atau mungkin hampir bulat, dan manusia hidup di permukaannya. Dari masing-masing tempat dimana kita tinggal, kita punya cara pandang tersendiri. Yang kita anggap atas, dianggap bawah oleh orang lain, yang kita anggap bawah, dianggap atas oleh orang lain, yang kita anggap kiri, dianggap kanan oleh orang lain, dan yang kita anggap kanan, dianggap kiri oleh orang lain. Yang lain salah, jika kita hanya melihat dari sudut pandang kita pribadi, tapi semua bisa jadi benar, jika kita melihat dari seluruh sudut pandang.

So, dont judge others. Lihat dari sudut pandang orang lain jika kita mau memahami perbedaan.

Jakarta

Udah lama banget saya mau menuliskan sesuatu tentang Jakarta, kota kelahiran dan kota yang membesarkan saya hhehee.

Sungguh kasihan engkau Jakarta, disaat kemacetan tak terhindari, engkau yang disalahkan. Tidak sadarkah mereka kepadatan penduduk karena siapa?

Sungguh kasihan engkau Jakarta, disaat banjir datang, engkau yang disalahkan. Tidak sadarkah mereka sampah yang menumpuk karena siapa?

Sungguh kasihan engkau Jakarta, disaat polusi sudah parahnya, engkau yang disalahkan. Tidak sadarkah kurangnya pepohonan dan banyaknya gedung-gedung tinggi karena siapa?

Tapi disaat engkau memberikan penghasilan, mereka tidak bilang "Jakarta".

So, please, buat orang-orang yang merasa lelahnya kemacetan, susahnya kebanjiran, dan tidak sehatnya udara Jakarta, tapi masih merasa perlu untuk tinggal di Jakarta, lakukan sekecil apapun yang bisa kita lakukan untuk sama-sama menguranginya, bukan cuma menyalahi "Jakarta". Sekian.

Paradoks

"Ketika pernikahan menjadi sesuatu yang sangat mahal,
dan perzinahan menjadi mudah untuk dilakukan..."
Di sabtu pagi, tanpa kemacetan ibu kota, di pinggir jalan aku melihat dua orang yang sedang berkelahi. Satu orang tampak berusaha memukuli, yang satu lagi lebih terlihat menghindar dengan perasaan takut. Ahh, aku tak berani lagi melihat lebih lama pemandangan itu. Terlalu kejam menurutku. Tapi tak bisa dipungkiri, di sudut lain di dunia yang sama dengan tempatku tinggal, ada orang-orang yang tak bebas hidupnya dari rasa ketakutan akan kekerasan. Apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang bebas akan siksaan? Kasian. Hanya bisa kasihan.

"Ya Allah, lindungi mereka yang tidur diselimuti rasa ketakutan akan kekerasan, akan penganiayaan."

Hope

Berawal dari rasa iri akan indahnya lantunan mereka yang lebih dahulu belajar, bisa berkumpul dengan orang-orang yang sama iri pada awalnya, adalah suatu kepuasan tersendiri, bagaimana beratnya memulai, bagaimana beratnya konsisten.

Semoga Allah meringankan langkah-langkah kita yang sama-sama ingin mempelajari Al-Quran. Pelan-pelan memperbaiki tujuan, dari hanya sebatas keirian, berkembang menjadi kemuliaan di akhirat sebagai tujuan.

Ya Allah, izinkan aku mempersembahkan mahkota dari cahaya untuk kedua orang tua ku kelak.

Sunday, December 15, 2013

Syukuri apa yang kita miliki saat ini, jangan sia-siakan, jangan biarkan ada penyesalan "lagi" dikemudian hari karena tidak menikmati masa sekarang.

posted from Bloggeroid

Thursday, October 17, 2013

23th Birthday

Wah, gga kerasa beberapa hari yang lalu umur saya genap 23 tahun *genap atau ganjil?*. Kalo inget birthday, jadi inget target yang tujuh bulan lalu saya ikrarkan disini hhohoo. Mau coba evaluasi target itu walaupun mayoritas gga terlaksana hiyks.

1. Be a sharia banker. Alhamdulillah sudah tercapai. :)
2. Buy a new laptop. Awalnya memang menargetkan ini karena saya pikir pekerjaan saya mengharuskan punya laptop, tapi ternyata engga. Akhirnya untuk memenuhi target ini, saya service laptop yang lama dan alhamdulillah masih awet sampe sekarang, dan memang jarang disentuh karena gga butuh. Selain itu, untuk mengganti target ini, saya beli hape baru hhihii. Jadi itungannya target ini tercapai yya hhohoo.
3. Tahsin. Hiyks, target ini gagal total. Sebenernya Agustus kemarin saya sudah daftar untuk ikut tahsin, tapi karena niatnya kurang pol jadi bablas deh hiyks. :(
4. Skor toefl 500. Jiaa, jangankan 500, buat tes aja belom kesampean hhehee. Gagal!
5. Bisa mengendarai motor dan punya sim C. Hhm, sebenernya sih saya udah bisa mengendarai motor, tinggal ngelancarin dikit ajaa :p Tapi untuk sim nya belom sempet dibikin, dipikirin aja engga hhehee. Insya4w1 nanti kalo udah beli motor sendiri baru deh dilancarin.

Nah, sekian target saya tujuh bulan yang lalu. Ternyata banyak yang absen. Semoga kedepannya bisa lebih komitmen sama apa yang udah saya targetkan aamiin.

posted from Bloggeroid

Thursday, October 10, 2013

Ada saatnya dimana kamu akan menemukan orang yang, tanpa kamu minta, ia akan melakukannya untukmu, dan tanpa ia minta, kamu akan melakukannya untuknya, tanpa terpaksa, tanpa merasa dituntut. Buat aku, mungkin hanya belum saatnya.

Saturday, August 31, 2013

Seperti tidak konsisten..

Ahh, rencana tahsin gagal karena malas jalan sendirian, padahal udah daftar. Rencana gga beli hape baru pun gagal karena godaan yang begitu besar hhaha, beli yang mahal pula fiuhh.
Untuk hal yang baik ada aja godaan buat membatalkannya, sedangkan untuk hal yang tidak baik, ada juga godaan buat memenuhinya. Dunia memang, penuh bisikan syetan. Tapi sayangnya saya terpengaruh :(

Thursday, August 8, 2013

Ikut Tahsin, Yuks!

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh :)

Seperti yang sudah saya tulis disini, salah satu target saya di usia ke-22 ini yaitu ikut program tahsin. Tahsin diperuntukan bagi orang-orang yang sudah lancar membaca Al-Quran namun belum bertajwid. Saya sendiri sih masih merasa jauh dari bertajwid, oleh karena itu saya harus memperbaiki bacaan Al-Quran saya. Malu dong kalo setiap hari baca Al-Quran tapi ternyata salah baca, kan juga berarti salah arti. Malu juga dong sama Allah kalo ternyata saya harus meninggal dalam keadaan belum bisa membaca Al-Quran dengan benar. Ngapain aja selama hidup? Pelajaran dunia dipelajarin tapi Al-Quran gga dipelajarin? :(

Nah terkait dengan hal itu, ada informasi bagus hhehee. Di bulan Agustus ini, salah satu lembaga tahsin di Jakarta tepatnya di daerah Mampang, yaitu LTQ Al-Hikmah membuka rekruitmen baru bagi yang berminat ikut. Periode pendaftaran yaitu tanggal 19-24 Agustus 2013, dan lembaga ini membuka rekruitmen baru setiap dua kali setahun. Biaya per semester kurang lebih Rp.250.000 sudah termasuk biaya buku, dan bagi peserta baru ada biaya pendaftaran Rp.50.0000, terjangkau bukan? Info selengkapnya mengenai lembaga ini bisa langsung mampir ke website nya yang sudah saya link kan diatas hhehee.

Semoga Allah meringankan langkah orang-orang yang ingin mempelajari Al-Quran, aamiin.

Tuesday, August 6, 2013

Hemat Hematt

Awalnya, ngeliat teman-teman yang gampang banget ganti gadget, aaaakk, jadi makin gga tahan buat ganti juga, secara hape yang aku pake udah berumur hampir dua tahun dan udah ketinggalan jaman. Pengen punya hape yang layarnya lebih lebar, yang spesifikasinya lebih bagus.

Tapii, kalo dipikir-pikir, hape aku juga belom terbilang tua, masih kurang dari dua tahun, udah pake android pula, jadi gga jadul-jadul banget hhaha *menghibur diri sendiri*.

Mulai sekarang, harus meredam diri dari membeli barang-barang yang gga terlalu dibutuhkan. Lebih baik banyakin tabungan, bikin deposito, bikin tabungan berjangka, untuk masa depan yang lebih baik *asikk*. Jangan terpenjara dengan kepribadian yang konsumtif, Maulia!

Saturday, July 20, 2013

Cinta itu rumit,
tidak bisa dicari penyelesaiannya,
sekalipun diaproksimasi menggunakan pendekatan numerik,
sampai waktu sendiri yang menentukan,
menghapus semuanya dan menemukan cinta yang baru,
atau kekal pada satu cinta.
Sebagai manusia, gga mungkin gga punya kesalahan. Apapun itu, kita bisa belajar darinya. Belajar untuk tidak melakukannya lagi. Belajar untuk meninggalkannya. Belajar untuk merelakannya.

Panggilan Terbaik

Nama itu diberikan orang tua, biasanya ada artinya. Dan tentunya, saat memberi nama, orang tua akan memilihkan nama yang baik, yang artinya baik, doa yang baik. Untuk itu, jangan panggil temanmu dengan panggilan yang tidak sesuai namanya, apalagi dengan panggilan yang buruk kayak gendut, bola, item, atau apalah itu. Panggilah temanmu dengan panggilan terbaik, panggilan yang ia suka, karena kamu tentu juga mau dipanggil dengan panggilan terbaik kan? :)

Aku sendiri, paling suka dipanggil "ade", hhihii, walaupun sebenernya nama asliku bukan itu. Biasanya yang manggil begitu keluargaku, tetangga, teman SD, dan beberapa teman SMP. Rasanya kalo dipanggil begitu serasa paling kecil dan paling muda, jadi aku sukaa wkwk.

Ya intinya, panggilah temanmu dengan panggilan terbaik, jangan sampai temanmu tidak ikhlas dipanggil dengan panggilan yang bukan namanya.

Sunday, July 7, 2013

Jadilah teman yang Baik

Sesaat sebelum ini saya baru aja menuliskan tulisan berjudul Pilihlah Teman yang Baik, ceritanya tulisan ini sequel dari tulisan tersebut hhaha *gaya*. Jadi buat yang buka tuisan ini dan belum baca tulisan sebelumnya dimohon untuk membuka link diatas dulu hhihihii *sok imut*.

Memiliki teman yang baik itu suatu nikmat, dan alhamdulillah saya adalah salah seorang manusia yang diberikan nikmat tersebut, karena sebagian besar teman dekat saya adalah orang baik, sholehah, rendah hati, dan tidak sombong. Dan sewajarnya ketika diberi nikmat, kita harus bersyukur. Buat saya, salah satu rasa syukur terhadap nikmat memiliki teman yang baik adalah menjadi teman yang baik juga untuk orang lain. Jadi jangan cuma mau dapet pengaruh baik dari teman aja, tapi juga harus mencoba, sedikit demi sedikit, menularkan kebaikan untuk teman-teman kita *saya masih dalam tahap memulai*. Tentunya, untuk bisa memberi pengaruh yang baik, tidak hanya dengan kata-kata, kita harus memiliki akhlak yang baik agar bisa menjadi contoh untuk teman-teman kita.

Tidak maukah kita?
Menjadi pribadi yang hanya dengan mengobrol dengan kita, seseorang ingat dengan sholatnya yang belum sempurna,
hanya dengan bertemu kita, seseorang ingat belum menyisihkan uangnya untuk berinfaq,
hanya dengan menyapa kita, seseorang ingat telah tidak ramah dengan ibunya,
dan hanya dengan mendengar kabar tentang kita, seseorang jadi terpacu untuk berprestasi lagi,
karena melihat kebaikan yang terpancar dari diri, bahkan nama kita.