Nama itu diberikan orang tua, biasanya ada artinya. Dan tentunya, saat memberi nama, orang tua akan memilihkan nama yang baik, yang artinya baik, doa yang baik. Untuk itu, jangan panggil temanmu dengan panggilan yang tidak sesuai namanya, apalagi dengan panggilan yang buruk kayak gendut, bola, item, atau apalah itu. Panggilah temanmu dengan panggilan terbaik, panggilan yang ia suka, karena kamu tentu juga mau dipanggil dengan panggilan terbaik kan? :)
Aku sendiri, paling suka dipanggil "ade", hhihii, walaupun sebenernya nama asliku bukan itu. Biasanya yang manggil begitu keluargaku, tetangga, teman SD, dan beberapa teman SMP. Rasanya kalo dipanggil begitu serasa paling kecil dan paling muda, jadi aku sukaa wkwk.
Ya intinya, panggilah temanmu dengan panggilan terbaik, jangan sampai temanmu tidak ikhlas dipanggil dengan panggilan yang bukan namanya.
Saturday, July 20, 2013
Sunday, July 7, 2013
Jadilah teman yang Baik
Sesaat sebelum ini saya baru aja menuliskan tulisan berjudul Pilihlah Teman yang Baik, ceritanya tulisan ini sequel dari tulisan tersebut hhaha *gaya*. Jadi buat yang buka tuisan ini dan belum baca tulisan sebelumnya dimohon untuk membuka link diatas dulu hhihihii *sok imut*.
Memiliki teman yang baik itu suatu nikmat, dan alhamdulillah saya adalah salah seorang manusia yang diberikan nikmat tersebut, karena sebagian besar teman dekat saya adalah orang baik, sholehah, rendah hati, dan tidak sombong. Dan sewajarnya ketika diberi nikmat, kita harus bersyukur. Buat saya, salah satu rasa syukur terhadap nikmat memiliki teman yang baik adalah menjadi teman yang baik juga untuk orang lain. Jadi jangan cuma mau dapet pengaruh baik dari teman aja, tapi juga harus mencoba, sedikit demi sedikit, menularkan kebaikan untuk teman-teman kita *saya masih dalam tahap memulai*. Tentunya, untuk bisa memberi pengaruh yang baik, tidak hanya dengan kata-kata, kita harus memiliki akhlak yang baik agar bisa menjadi contoh untuk teman-teman kita.
Tidak maukah kita?
Menjadi pribadi yang hanya dengan mengobrol dengan kita, seseorang ingat dengan sholatnya yang belum sempurna,
hanya dengan bertemu kita, seseorang ingat belum menyisihkan uangnya untuk berinfaq,
hanya dengan menyapa kita, seseorang ingat telah tidak ramah dengan ibunya,
dan hanya dengan mendengar kabar tentang kita, seseorang jadi terpacu untuk berprestasi lagi,
karena melihat kebaikan yang terpancar dari diri, bahkan nama kita.
Memiliki teman yang baik itu suatu nikmat, dan alhamdulillah saya adalah salah seorang manusia yang diberikan nikmat tersebut, karena sebagian besar teman dekat saya adalah orang baik, sholehah, rendah hati, dan tidak sombong. Dan sewajarnya ketika diberi nikmat, kita harus bersyukur. Buat saya, salah satu rasa syukur terhadap nikmat memiliki teman yang baik adalah menjadi teman yang baik juga untuk orang lain. Jadi jangan cuma mau dapet pengaruh baik dari teman aja, tapi juga harus mencoba, sedikit demi sedikit, menularkan kebaikan untuk teman-teman kita *saya masih dalam tahap memulai*. Tentunya, untuk bisa memberi pengaruh yang baik, tidak hanya dengan kata-kata, kita harus memiliki akhlak yang baik agar bisa menjadi contoh untuk teman-teman kita.
Tidak maukah kita?
Menjadi pribadi yang hanya dengan mengobrol dengan kita, seseorang ingat dengan sholatnya yang belum sempurna,
hanya dengan bertemu kita, seseorang ingat belum menyisihkan uangnya untuk berinfaq,
hanya dengan menyapa kita, seseorang ingat telah tidak ramah dengan ibunya,
dan hanya dengan mendengar kabar tentang kita, seseorang jadi terpacu untuk berprestasi lagi,
karena melihat kebaikan yang terpancar dari diri, bahkan nama kita.
Pilihlah Teman yang Baik
"Choose your friends &
your books carefully. Friends influence our character & books
influence our thoughts" -elhami dinda sakrie-
Quote diatas saya dapatkan dari akun facebooknya bni syariah *bukan promosi :p*. Dan memang benar, bukan hanya suami yang harus di pilah-pilih *ehh*, tapi juga teman, karena teman itu secara signifikan mempengaruhi karakter kita. Bagaimana tidak? Sebagian besar waktu kita dihabiskan bersama teman, bahkan mungkin porsinya lebih besar ketimbang bersama keluarga. Ketika mulai menginjak bangku SMA apalagi, jam belajar disekolah biasanya dimulai dari jam 7 sampai jam 4 sore, belum lagi ditambah les atau main bersama teman *lagi*. Oleh karena kebersamaan yang intens itu, kebiasaan dan prilaku mudah untuk ditularkan, yang lama-lama akan menjadi karakter.
“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalih/shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau membeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap”. (Riwayat Bukhari, kitab Buyuu’, Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)
Bahkan Rasulullah saw. pun dalam hadistnya tersebut telah mengingatkan bahwa teman sangat berpengaruh terhadap diri kita. Teman yang baik akan memberikan kebaikan, sekecil apapun itu, dan sebaliknya, teman yang buruk juga akan memberikan dampak buruk, sekecil apapun itu.
Quote diatas saya dapatkan dari akun facebooknya bni syariah *bukan promosi :p*. Dan memang benar, bukan hanya suami yang harus di pilah-pilih *ehh*, tapi juga teman, karena teman itu secara signifikan mempengaruhi karakter kita. Bagaimana tidak? Sebagian besar waktu kita dihabiskan bersama teman, bahkan mungkin porsinya lebih besar ketimbang bersama keluarga. Ketika mulai menginjak bangku SMA apalagi, jam belajar disekolah biasanya dimulai dari jam 7 sampai jam 4 sore, belum lagi ditambah les atau main bersama teman *lagi*. Oleh karena kebersamaan yang intens itu, kebiasaan dan prilaku mudah untuk ditularkan, yang lama-lama akan menjadi karakter.
“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalih/shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau membeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap”. (Riwayat Bukhari, kitab Buyuu’, Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)
Bahkan Rasulullah saw. pun dalam hadistnya tersebut telah mengingatkan bahwa teman sangat berpengaruh terhadap diri kita. Teman yang baik akan memberikan kebaikan, sekecil apapun itu, dan sebaliknya, teman yang buruk juga akan memberikan dampak buruk, sekecil apapun itu.
Monday, April 8, 2013
"Hati itu ibarat papan tulis putih. Ketika hati masih bersih, sekali kita berbuat dosa, walaupun kecil, masih terasa ada yang salah. Sama seperti papan tulis yang masih putih bersih, ketika digoreskan sedikit tulisan dengan spidol hitam, pasti bisa terlihat jelas, walaupun tulisan itu kecil.
Semakin lama, jika terus ditulisi, papan tulis menjadi penuh dengan noda hitam, sama seperti hati jika kita terus menerus berbuat dosa.
Sampai akhirnya, ketika papan tulis itu telah penuh dengan coretan hitam, ketika kita menuliskan sebesar apapun tulisan baru, tidak akan terlihat.
Begitupun hati, saat sudah terbiasa berbuat dosa, hati sudah sepenuhnya kotor, dan ketika kita berbuat dosa yang lain, sebesar apapun itu, hati sudah tidak bisa merasakan ada yang salah, karena sudah terlanjur kotor oleh dosa-dosa sebelumnya."
Bersihkan,
Perbaiki,
Sebelum saat itu,
sebelum hati sudah tidak bisa membedakan lagi mana yang benar dan yang salah..
Semakin lama, jika terus ditulisi, papan tulis menjadi penuh dengan noda hitam, sama seperti hati jika kita terus menerus berbuat dosa.
Sampai akhirnya, ketika papan tulis itu telah penuh dengan coretan hitam, ketika kita menuliskan sebesar apapun tulisan baru, tidak akan terlihat.
Begitupun hati, saat sudah terbiasa berbuat dosa, hati sudah sepenuhnya kotor, dan ketika kita berbuat dosa yang lain, sebesar apapun itu, hati sudah tidak bisa merasakan ada yang salah, karena sudah terlanjur kotor oleh dosa-dosa sebelumnya."
Bersihkan,
Perbaiki,
Sebelum saat itu,
sebelum hati sudah tidak bisa membedakan lagi mana yang benar dan yang salah..
Tuesday, March 26, 2013
Bukan Kebetulan
Kali ini saya mau cerita perjalanan ngajar saya ke Kalibata. Biasanya saya gga naik angkot, tapi hari itu saya naik angkot. Sebenernya gga terlalu jauh, tapi karena panas dan hari-hari sebelumnya jadwal kegiatan saya padat terus seharian *gaya*, jadi capenya udah terakumulasi saat itu. Pas turun angkot 16 di Mall Kalibata, saya menunggu angkot 34 untuk sampai ke rumah tempat saya mengajar, karena merasa capek, saya berdoa sambil ngomong, "Ya, Allah, cape banget, mudahkanlah Ya Allah". Oiya, fyi, angkot 34 itu katanya lama banget, bisa satu jam sekali baru muncul. Maksud saya berdoa begitu, saya berharap semoga gga lama nunggu angkot 34 nya, tapi ternyata gga lama saya nunggu, ada seseorang yang menyapa saya, dia itu Pak Mul, supir di tempat saya mengajar. Sumpah, saat itu saya mau lompat kesenengan, takjub, doa saya langsung diijabah. Allah ngasih pertolongan dari arah yang tak disangka-sangka, subhanallah. Jadilah saya ke rumah murid saya bareng Pak Mul, fiuh, alhamdulillah.
Dan bener memang kata temen saya Dheni yang di-share Luthfa di grup whatsapp, "Ga ada yang namanya kebetulan. Salah satunya pasti usaha". Tapi saya modifikasi jadi begini, "Ga ada yang kebetulan. Minimal salah satunya pasti usaha.".
Kita merasa kebetulan karena ada harapan terhadap sesuatu, dan dalam harapan itu minimal pasti terselip doa didalamnya. Jadi kejadian yang biasanya disebut kebetulan itu sebenarnya hasil dari usaha yang kita lakukan, yya usaha berdoa itu.
Dan bener memang kata temen saya Dheni yang di-share Luthfa di grup whatsapp, "Ga ada yang namanya kebetulan. Salah satunya pasti usaha". Tapi saya modifikasi jadi begini, "Ga ada yang kebetulan. Minimal salah satunya pasti usaha.".
Kita merasa kebetulan karena ada harapan terhadap sesuatu, dan dalam harapan itu minimal pasti terselip doa didalamnya. Jadi kejadian yang biasanya disebut kebetulan itu sebenarnya hasil dari usaha yang kita lakukan, yya usaha berdoa itu.
Saturday, March 16, 2013
About Se7en Months
Kali ini aku mau nulis targetku buat kurang dari tujuh bulan ke depan.
Kenapa tujuh bulan ke depan? Karena kurang dari tujuh bulan lagi aku ulang tahun yang ke-23, dan di sisa ke-22tahun-anku ini, ada lima hal yang akan aku wujudkan insyaAllah. Apa aja?
1. Be a sharia banker
2. Join in tahsin program
3. Can drive motorcycle and get the SIM C
4. Join the toefl tes and get a good score (500)
5. Buy a new laptop
Kalo dalam tujuh bulan ke depan aku jarang mampir kesini, itu pasti aku lagi sibuk mewujudkan targetku ini :p So, doain yya :)
Kenapa tujuh bulan ke depan? Karena kurang dari tujuh bulan lagi aku ulang tahun yang ke-23, dan di sisa ke-22tahun-anku ini, ada lima hal yang akan aku wujudkan insyaAllah. Apa aja?
1. Be a sharia banker
2. Join in tahsin program
3. Can drive motorcycle and get the SIM C
4. Join the toefl tes and get a good score (500)
5. Buy a new laptop
Kalo dalam tujuh bulan ke depan aku jarang mampir kesini, itu pasti aku lagi sibuk mewujudkan targetku ini :p So, doain yya :)
Friday, March 15, 2013
Perfect
Ada suatu keluarga sempurna, terdiri dari anak perempuan dan laki-laki, beserta orang tua. Keluarga itu selalu bahagia, pergi selalu bersama. Orang tua yang sayang dan mencintai anaknya, juga anak-anak yang punya prestasi di sekolah. Finansialnya tergolong menengah ke atas. Hubungan dengan sesamanya pun, baik. Memelihara anak yatim sebagai anak asuh. Semuanya sempurna. Terlihat sempurna.
Sampai suatu hari, di usia yang belum terlalu tua, dan anak-anak yang masih belia. Ia pergi. Ayahnya pergi. Bukan karena melarikan diri atau selingkuh, karena dia ayah yang baik. Ya, dia meninggal diiringi tangis keluarga sempurnanya. Entah saat ini apakah masih sempurna keluarganya.
Just remember, every family have their problems..
Sampai suatu hari, di usia yang belum terlalu tua, dan anak-anak yang masih belia. Ia pergi. Ayahnya pergi. Bukan karena melarikan diri atau selingkuh, karena dia ayah yang baik. Ya, dia meninggal diiringi tangis keluarga sempurnanya. Entah saat ini apakah masih sempurna keluarganya.
Just remember, every family have their problems..
Tuesday, March 5, 2013
Memories
Ingin membuat kolam dan membiakannya disana
Membuat aquarium dan menghiasnya
Memandangi ratusan kecil bergerumul
Memburu ikan di padatnya manusia
Panas, lelah, tapi tetap membuat rindu
Membuat aquarium dan menghiasnya
Memandangi ratusan kecil bergerumul
Memburu ikan di padatnya manusia
Panas, lelah, tapi tetap membuat rindu
posted from Bloggeroid
Semoga Bukan
Di dunia, banyak sekali ujian
Ujian yang sebenarnya timbul dari masing-masing diri
Semoga aku bukan bagian dari ujian itu
Ujian untuk orang lain dariku
Semoga bukan
Ujian yang sebenarnya timbul dari masing-masing diri
Semoga aku bukan bagian dari ujian itu
Ujian untuk orang lain dariku
Semoga bukan
posted from Bloggeroid
Saturday, March 2, 2013
Pembenaran
Kapan aku dan kamu mau mengerti
bahwa aku dan kamu bukan diantara benar dan salah
tapi antara pembenaran dan kesalahan
bahwa aku dan kamu bukan diantara benar dan salah
tapi antara pembenaran dan kesalahan
posted from Bloggeroid
Subscribe to:
Posts (Atom)